Pakistan, Short Escape?? lanjutannya..

Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pakistan. Wisata alam, dari Gunung tinggi dan perbukitan ala Swiss, gurun, pantai, semua lengkap tersedia. Dari ujung utara sampai selatan. Bukan hanya sekedar alam, wisata budaya juga beragam di sini, dengan berbagai peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan kuno. Gak bisa dipungkiri, kepingin dijelajahi semua. Namun karena alasan keamanan, jadi keinginan itu ditangguhkan sebentar. Jika memang jodohnya ada kesempatan ke sana lagi.

Selama di sini, Aku berkunjung ke beberapa tempat wisata. Kunjungan pertama waktu Idul Adha. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, kami berkunjung ke Ibukota negara Islamabad. Perjalanan ke sana menggunakan mobil. Jalan tol yang dilewati cukup luas, dilengkapi dengan rest area dengan jarak beberapa kilometer. Di sini pembayaran jalan tol sudah menggunakan system nirsentuh. Kendaraan dilengkapi semacam sticker terhubung dengan akun dompet digital yang harus di top-pup terlebih dahulu. Kendaraan cukup melewati gate, otomatis saldo akan terpotong. Indonesia kalah start untuk metode ini. Perjalanan dari Faisalabad ke Islamabad kurang lebih 3 jam jika pagi hari dan sepi.

Sesampainya di Islamabad, kondisi kota di sini tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Kepadatan kendaraan yang berlalu lalang, macet pun terlihat di beberapa tempat, dan terdapat beberapa pos pemeriksaan kendaraan. Kota Islamabad sendiri dari segi tata kota lebih rapi. Selain jalan yang lebar, kota ini juga dilengkapi dengan transportasi semacam busway, di beberapa area terdapat juga MRT. Bangunan tinggi juga melengkapi kota ini, serta taman-taman kota yang menambah cantik Islamabad. Kedutaan Besar Indonesia untuk Pakistan sendiri terkumpul dalam satu area kompleks kedutaan, untuk masuk ke sini diperlukan undangan dari pihak kedutaan. Areanya sangat rapi dan sejuk. Dari cerita pegawai di sana, terkadang masih bisa ditemui binatang-binantang liar lewat menyeberang. Setelah selesai Perayaan Idul Adha di Kedutaan Besar, kami menyempatkan untuk berkeliling sekitar Islamabad.

Muree, merupakan kawasan perbukitan di utara Islamabad. Di sini banyak ditemui hotel-hotel maupun resort. Ibaratnya Muree ini adalah Bogor, jika Islamabad adalah Jakarta. Sepanjang perjalanan ke sana disuguhi bentangan khas pegunungan dengan banyak bukit dan pepohonan. Udara di sini juga sejuk. Jika musim dingin, di Muree ini terkadang muncul salju. Sayangnya ketika kami ke sana suasana masih Idul Adha, jadi banyak tempat ataupun warung masih tutup. kami hanya sekedar lewat.

Menelusuri perbukitan di Muree mengingatkan akan perjalanan lalu tour black sea di Turki. mungkin. Kawasan perbukitan hijau dan kesegaran udaranya memberikan kesan tersendiri, apalagi setelah hiruk pikuk berjibaku dengan kepadatan kota di bawahnya. Pantas saja jika Muree menjadi salah satu destinasi wisata populer, ibaratnya Puncaknya Jakarta.

Mungkin belum jodohnya untuk berwisata di sini, karena banyak pertokoan tutup karena hari Libur Nasional. Ada beberapa jalur kendaraan juga ditutup untuk tujuan wisata. sehingga kami harus memutar balik kendaraan.

Faisal Mosque. Di bangun pada tahun 1987 dengan design menyerupai tenda Bedouin atau Badawi. Masjid ini menjadi salah satu icon kota Islamabad. Komplek masjid ini cukup luas, kurang lebih 130.000 m2, dengan taman dan terasnya yang dapat menampung banyak jamaah. Sayangnya waktu sampai sana belum waktu Shalat, jadi tidak dapat masuk ke dalam bangunannya.

Masjid ini terlihat sangat megah dan sangat luas. Bagian untuk wundhu pun apik dan luas. pengunjung rame meskipun bukan jam sholat. Masjid ini tentunya jadi destinasi favorit untuk warga sekitar menikmati liburan. Karena ada peringatan tidak boleh mengambil gambar di lokasi masjid, jadi tidak banyak dokumentasi yang bisa diambil.

Mengingat perjalanan kami kembali ke Faisalabad masih jauh, kami memutuskan untuk kembali pada sore hari. Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi, mungkin lain waktu.

Sebelum kembali ke Jakarta, Kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu kompleks kerajaan serta peribadatan kuno di Lahore. Masjid Badshasi dan kota Benteng Lahore. Akan diceritakan di postingan berikutnya.. (bersambung)

2 respons untuk ‘Pakistan, Short Escape?? lanjutannya..

Tinggalkan komentar