Sebagai seorang pencinta lingkungan, saya selalu percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Dalam konteks ini, sosok David Hidayat dari Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, adalah contoh nyata dari semangat tersebut. Melihat kerusakan ekosistem yang terjadi di desanya, ia mengambil tindakan nyata yang tidak hanya menginspirasi tetapi juga memberikan harapan baru bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

David Hidayat adalah seorang Sarjana Perikanan dan Kelautan dari Universitas Bung Hatta. Namun, bukannya mengenakan jas dan dasi untuk bekerja di kantor, ia memilih untuk menyelam di lautan dan menjelajahi daratan. Sejak tahun 2009, David menyadari bahwa desanya telah mengalami perubahan drastis. Hutan mangrove yang dulunya lebat kini semakin menyusut, terumbu karang kehilangan keindahannya, dan biota laut pun seakan menjauh. Situasi ini menggerakkan hatinya untuk bertindak.
Bersama kelompok Anak Desa Sungai Pinang (Andespin) yang ia dirikan pada tahun 2014, David berkomitmen untuk mengubah paradigma masyarakat setempat. Dari awalnya yang lebih fokus pada kegiatan hobi menyelam, kini Andespin mulai memprioritaskan ekologi dan penyelamatan terumbu karang. “Kami fokus pada konservasi perikanan dan kelautan, serta pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

David tidak berjuang sendiri. Bersama pemuda-pemudi di Nagari Sungai Pinang, ia mengajak semua lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. “Kami mengutamakan gotong royong dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,” ungkapnya. Kerja sama ini sangat penting, karena untuk melestarikan laut dan daratan, dibutuhkan dukungan dari berbagai sektor.

Di sisi lain, perhatian David tidak hanya terbatas pada lautan. Ia juga memanfaatkan lahan bekas pertanian untuk ditanami pohon, serta berupaya menanggulangi dampak kebakaran hutan yang mengancam lingkungan. “Beberapa bulan ini polusi udara sangat memprihatinkan. Kita perlu melakukan hal-hal kecil seperti menanam pohon untuk membantu memperbaiki keadaan,” tuturnya.
Sebagai seorang pejuang lingkungan, David tidak hanya berhenti pada penanaman pohon dan restorasi ekosistem. Ia juga berkomitmen untuk mendidik generasi penerus. Melalui Rumah Belajar Andespin, anak-anak diajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan keindahan alam laut. “Anak-anak perlu melihat langsung kondisi di sekitar mereka, bukan hanya belajar dari buku,” katanya. Pendidikan ini adalah investasi untuk masa depan, karena generasi muda akan menjadi penjaga alam di kemudian hari.

David juga berhasil mengubah pola pikir nelayan tentang praktik penangkapan ikan. Sebelumnya, banyak yang tidak peduli dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh alat tangkap yang merusak. Namun, berkat program Andespin, mereka kini beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan. “Dengan menjaga ekosistem laut, mereka juga bisa memperoleh hasil yang lebih baik dan berkelanjutan,” tambah David.
Inisiatif David tidak hanya berfokus pada lingkungan tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia memberikan pelatihan bagi ibu rumah tangga dalam membuat produk berbasis mangrove dan kopi. Ini tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

ANDESPIN juga aktif mengajak warga setempat untuk berpartisipasi dalam menanam kembali terumbu karang, mengembangkan penangkaran penyu, dan membudidayakan rumput laut. Sejak berdiri pada tahun 2014, ANDESPIN telah berhasil mencapai sekitar 70% dari target konservasi lingkungan yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa dari David dan timnya.
Inovasi terbaru yang diperkenalkan oleh David adalah program adopsi karang. Sejak 17 Agustus 2023, masyarakat dari seluruh daerah bisa berkontribusi dengan mengadopsi karang yang akan dirawat oleh Andespin. “Program ini memungkinkan orang-orang yang tidak bisa langsung terjun ke laut untuk tetap berpartisipasi dalam konservasi,” jelasnya.
Berkat kerja keras dan dedikasinya, David dianugerahi SATU Indonesia Awards 2022 di bidang lingkungan. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk semua teman-teman di Andespin yang telah bekerja keras,” ujarnya. Penghargaan ini semakin memotivasi David dan rekan-rekannya untuk terus memperjuangkan lingkungan.
Sebagai pencinta lingkungan, saya terinspirasi oleh perjalanan David Hidayat. Ia membuktikan bahwa perubahan itu mungkin dilakukan oleh siapa saja, asalkan ada kemauan dan kerja sama. Melalui Andespin, David tidak hanya merestorasi lingkungan, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam. Seperti yang sering saya katakan, “Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga bumi ini?” David adalah contoh nyata dari pernyataan tersebut, dan semoga lebih banyak orang terinspirasi untuk mengikuti jejaknya.