Memelihara Ikan Lokal: Sebuah Perjuangan untuk Lingkungan

Pencemaran sungai dan munculnya ikan invasif merupakan ancaman serius bagi ekosistem perairan di Indonesia, yang berakibat pada menipisnya populasi ikan lokal. Keprihatinan ini diresapi oleh Suryanto, seorang pemuda berusia 30 tahun dari Kulonprogo. Dengan semangat tinggi, ia terjun ke dunia konservasi, berfokus pada pelestarian ikan lokal dan edukasi masyarakat, terutama anak-anak.

Masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat kepedulian yang rendah terhadap kelestarian sungai. Kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan ke dalam sungai dan menangkap ikan dengan cara yang merusak seperti menggunakan racun dan setrum semakin memperburuk situasi. Hal ini menggugah Suryanto untuk mengambil langkah nyata. Di rumahnya di Padukuhan Carikan, ia membangun kolam untuk membudidayakan berbagai jenis ikan. Dengan ini, ia berharap dapat membantu mengembalikan populasi ikan lokal yang terancam.

Sebagai pendiri Surya Fish Farm Education (SFF Edu) yang didirikan pada tahun 2018, Suryanto mengusung slogan “Edukasi Ikan untuk Kelestarian Lingkungan.” Ia memfokuskan misinya untuk mendidik anak-anak dan mahasiswa mengenai pentingnya ikan lokal serta cara-cara yang benar dalam menjaga dan melestarikannya. Dalam kegiatan ini, ia juga mengenalkan ikan invasif, yang berasal dari luar Indonesia dan dapat mengancam keberadaan ikan lokal.

Suryanto mengajarkan cara menangkap ikan yang tidak berbahaya bagi lingkungan serta cara merawat ikan lokal. Menurutnya, edukasi tentang ikan lokal sangat penting bagi generasi muda. Ikan lokal bukan hanya sekadar sumber pangan, tetapi juga aset berharga yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Ikan dapat menjadi indikator kelestarian lingkungan, terutama dalam menilai kualitas air,” ujarnya.

Kegiatan SFF Education Doc.Radar Jogja

Harapannya, masyarakat tidak hanya menyukai ikan, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan. Ia percaya bahwa dengan belajar tentang ikan, orang akan memahami ilmu ekologi dan pentingnya interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem. Suryanto sangat menyayangkan kondisi perairan di Indonesia yang semakin memburuk akibat pencemaran.

Perjuangan Suryanto tidak sia-sia; pada tahun 2021, ia menjadi salah satu nominator dalam seleksi Penghargaan Kalpataru Tingkat DIJ untuk kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang berjasa dalam melestarikan lingkungan di Indonesia. Selain itu, usaha Suryanto juga mendapat penghargaan SATU Indonesia Awards pada tahun 2023 untuk kategori Lingkungan.

Motivasi Suryanto untuk menggeluti dunia ikan berakar dari keprihatinannya terhadap hilangnya ikan lokal akibat pencemaran dan penangkapan yang merusak. “Dari ikan, kita bisa belajar tentang ekosistem perairan dan pentingnya kebersihan lingkungan,” tuturnya. Dengan mendirikan SFF Edu, ia bertujuan untuk membangun karakter cinta lingkungan pada anak-anak sejak dini.

Kegiatan SFF Doc.IG SFF Education

Ia berkolaborasi dengan berbagai komunitas, seperti Wild Water Indonesia dan Pokmaswas Padas, untuk memperluas dampak kegiatannya. Di tempat tinggalnya, ia aktif mengajak warga melakukan bersih-bersih sungai dan menyusun peraturan tentang pelestarian alam. Dukungan untuk Suryanto juga datang dari tokoh lingkungan, Ir. Saptono Tanjung, yang mengapresiasi usaha Suryanto dalam menjaga ikan lokal.

Edy Winarno, Lurah Bumirejo, juga menyoroti perubahan positif yang terjadi di masyarakat berkat upaya Suryanto. “Dulu, banyak yang menangkap ikan dengan cara yang tidak benar, tapi sekarang kesadaran warga semakin meningkat,” ujarnya.

Suryanto tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga berupaya menciptakan peluang ekonomi melalui budidaya ikan lokal. Ia berharap masyarakat bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini, terutama di masa pandemi. “Saya ingin menginspirasi orang lain untuk memperhatikan lingkungan, agar ikan-ikan lokal dapat terus lestari dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tambahnya.

Kunjungan DLH di SFF Edu Doc.Kulonprogokab

Kegiatan yang dilakukan Suryanto merupakan langkah kecil namun berarti dalam perjuangan melestarikan ikan lokal dan ekosistem perairan di Indonesia. Melalui edukasi dan aksi nyata, ia menunjukkan bahwa setiap individu dapat berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Dengan semangat dan dedikasi, Suryanto adalah contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal kecil dan berkembang menjadi gerakan yang lebih besar.

Dengan usaha Suryanto dan dukungan masyarakat, harapannya kelestarian ikan lokal dan lingkungan perairan di Indonesia bisa terjaga untuk generasi mendatang. Mari kita bersama-sama menjaga keindahan dan kekayaan alam yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Tinggalkan komentar