Sumber Air Untuk Sesama

Desa Ban di Karangasem Bali merupakan sebuah desa yang terletak 500 meter di atas permukaan air laut di lereng utara Gunung Agung. Desa ini terletak di bagian barat Kabupaten Karangasem berbatasan dengan Desa Tianyar Tengah, Sukadana, dan hutan lindung Kintamani. Salah satu ciri khas Desa ini adalah 100 persen wilayahnya merupakan lahan kering.

Peta Wilayah Desa Ban, Karangasem Bali. Google Maps

Kisah pilu dibalik pesona Pulau Dewata yang tersohor akan keindahannya, pada kenyataannya masih ada warganya yang masih menghadapi kesulitan akses air bersih. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi yang jauh dari standar kebersihan yang layak. Dalam keseharian, sebagian warga hanya mandi tiga hari sekali, dan membeli air bersih dengan harga yang selangit, Rp. 150.000 sampai Rp. 200.000 per tangki 5-meter kubik, adalah hal yang biasa. Ini tentu sangat memberatkan, terutama bagi mereka yang tergolong dalam golongan ekonomi rendah.

Satu pemandangan yang sering terlihat adalah ibu-ibu yang mencari sumber air sejauh lima kilometer dari sumber mata air di gunung. Masalah air hanya satu dari beberapa isu yang dihadapi masyarakat Desa Ban, banyak yang tidak memiliki jamban pribadi, sehingga terpaksa menggunakan kebun untuk keperluan tersebut. Hal ini menunjukkan tantangan besar masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan di desa tersebut.

ilustrasi warga mengambil air dari sumber air di pegunungan Doc. Detik.COM

Dari permasalahan ini, muncul sebuah inisiatif dari seorang pemuda kelahiran Klungkung, Reza Riyady Pragita. Sebagai seorang perawat di RSUD Klungkung dan lulusan PSIK Universitas Jember, Reza memiliki perhatian mendalam terhadap kesehatan masyarakat. Ia merasa prihatin dengan kondisi di sekitarnya dan bertekad untuk membawa perubahan. Dengan dukungan Pro Bali Ambassador 2020 dan Yayasan Ria Asteria Mahawidia, Reza membuat program “SAUS” (Sumber Air Untuk Sesama) di Desa Ban Karangasem. Program ini bertujuan untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan masyarakat desa.

Langkah pertama yang dilakukan Reza dan timnya adalah melakukan investigasi untuk memahami kondisi di lapangan. Mereka mengadakan musyawarah dengan masyarakat desa untuk membangun kepercayaan, serta melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi lebih dalam. Proses ini tidak hanya membantu dalam merancang program, tetapi juga memperkuat hubungan dengan warga.

Setelah melakukan analisis AMDAL dan merancang anggaran, mereka meluncurkan proyek penggalangan dana melalui media sosial dan situs crowdfunding. Kerjasama dengan berbagai pihak pun dilakukan untuk memperluas jangkauan dukungan. Selanjutnya, tim Reza melakukan pembelian bahan bangunan dari desa untuk meningkatkan ekonomi mikro masyarakat setempat.

Dengan semua persiapan yang matang, mereka memulai pembangunan bak penampungan air yang akan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat. Proyek ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup kampanye PHBS dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Pada Januari 2020, bak penampungan air resmi dioperasikan, memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih.

Bak Penampungan Air desa Ban Karangasem. Doc. Pikiran Rakyat

Kini, warga desa Ban Karangasem tidak lagi perlu mendaki gunung untuk mendapatkan air bersih. Akses yang lebih mudah ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya air bersih, mereka dapat lebih mudah menerapkan pola hidup sehat, yang tentunya berdampak pada penurunan penyakit seperti diare dan masalah kesehatan lainnya.

Program ini juga membantu Puskesmas dalam menjalankan program PHBS. Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan meningkat di kalangan masyarakat. Selain itu, keberadaan usaha milik desa yang dikelola oleh masyarakat sendiri memberikan kesempatan ekonomi baru, di mana mereka dapat memperoleh air bersih dengan lebih mudah dan terjangkau.

Inisiatif Reza tidak hanya membawa manfaat praktis, tetapi juga menginspirasi. Ia menerima Apresiasi Satu Indonesia Awards 2022 sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya. Penghargaan ini mendorong generasi muda lainnya untuk terlibat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui proyek SAUS, Reza dan timnya berhasil mengubah kehidupan masyarakat Desa Ban Karangasem. Akses air bersih yang kini tersedia telah membuka jalan bagi perbaikan kesehatan dan ekonomi. Mari kita dukung langkah-langkah positif seperti ini dan bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Tinggalkan komentar